Menilik Binomo Cs di Luar Negeri, Sama Ilegalnya!

Menilik Binomo Cs di Luar Negeri, Sama Ilegalnya!

Ilustrasi Binomo (Tangkapan layar Binomo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maraknya investasi bodong dalam bentuk binary option terus menghantui Indonesia dan juga terus merugikan masyarakat, meski saat ini ada banyak pelaku yang sudah ditangkap dan diproses hukum.

Sebagai informasi, mengutip situs resmi FBI, secara sederhana binary option atau opsi biner adalah suatu kontrak terhadap suatu aset (saham/forex/komoditas) yang keuntungannya didasarkan pada opsi naik/turun atau ya/tidak.

Berbeda dengan trading saham atau komoditas, opsi biner tidak memberikan kesempatan bagi trader untuk benar-benar membeli saham atau komoditas yang diperdagangkan, melainkan hanya bertaruh apakah harganya akan naik atau turun.

Namun, maraknya kasus opsi biner tidak hanya terjadi di Indonesia saja, beberapa negara di luar Indonesia pun juga sedang mengalami kasus yang sama.

Di Amerika Serikat (AS), kasus penipuan opsi biner sempat terjadi di Nevada pada November tahun lalu, di mana sebuah perusahaan bernama Spot Tech House Ltd. terbukti melakukan penipuan berkedok opsi biner.

Hal ini diungkap oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS bagian Nevada. CEO Spot Tech House Ltd, Ran Amiran didenda sebesar US$ 122.000 (Rp ) dalam bentuk disgorgement and prejudgment interest oleh SEC.

Tak hanya itu saja, Amiran juga didenda sebesar US$ 78.000, di mana denda ini merupakan denda perdata yang dijatuhi oleh SEC Nevada.

Amiran memulai usahanya sebagai kepala pengembangan bisnis di platform perdagangan yang sebelumnya dikenal sebagai Spot Option Ltd., kemudian ia menjabat sebagai presiden, direktur, dan CEO

"Amiran dan eksekutif lain diduga menggunakan praktik penipuan dan manipulatif untuk meningkatkan kekayaannya dan meningkatkan pendapatan Spot Tech," kata SEC, dilansir dari Bloomberg saat itu.

Selain mengenakan denda, SEC AS juga menjatuhkan pidana penjara kepada Amiran karena telah melanggar undang-undang sekuritas federal.

Terlepas dari kasus opsi biner di AS pada November tahun lalu, banyak perusahaan trading investasi memperdagangkan opsi biner melalui platform online-nya. Perusahaan-perusahaan ini sering kali tidak mematuhi persyaratan peraturan di AS.

Faktanya, peningkatan jumlah platform di AS ini telah menyebabkan keluhan terkait penipuan berkedok opsi biner semakin meningkat. Hal ini dijelaskan oleh Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka Amerika Serikat atau CFTC.

Keluhan tersebut juga termasuk penipuan di mana perusahaan perdagangan opsi biner mengklaim bahwa mereka menyetor uang ke akun investor tetapi nyatanya tidak. Bahkan, mereka meminta biaya tersembunyi kepada investor untuk mengembalikan aset.

Banyak platform perdagangan opsi biner online di AS yang mengiming-imingi return dengan angka pasti atau bahkan memanipulasi grafik historis untuk membuat investasi tampak lebih menjanjikan dari yang sebenarnya.

Beberapa platform perdagangan opsi biner juga menawarkan bonus untuk membuka atau menambah akun. Bonus tersebut dalam bentuk jumlah uang yang ditambahkan ke deposit investor dengan syarat bahwa investor selanjutnya melakukan setor minimum tertentu dari perdagangan sebelum menarik dananya.

Opsi biner memang ada yang berstatus legal di AS. Tetapi, opsi biner tersebut harus diperdagangkan di bursa AS yang diatur dan tersedia di Designated Contract Markets (DCM).

Opsi biner yang legal di AS juga diawasi oleh CFTC dan SEC. Saat ini hanya ada tiga DCM yang menawarkan opsi biner di AS yakni Cantor Exchange, Chicago Mercantile Exchange, Inc. (CME) dan orth American Derivatives Exchange, Inc. (NADEX).

Namun, tak sedikit perusaahan opsi biner di AS yang tergolong ilegal, di mana perdagangannya tidak terdaftar di CFTC. Tak hanya terdaftar di CFTC, perusahaan ini biasanya memasarkan produknya di luar AS.

Tentunya, perusahaan opsi biner ilegal ini harus dihindari oleh investor karena manajemen perusahaan tersebut dapat memanipulasi transaksi dan tentunya hanya menguntungkan perusahaan saja.

Tak hanya di AS dan Indonesia, kasus maraknya perdagangan opsi biner juga terjadi di Denmark, di mana pemerintah setempat telah melarang perdagangan opsi biner pada tahun 2019 lalu untuk melindungi investor ritel dan investor non-profesional.

Langkah pemerintah Denmark tersebut mencerminkan tindakan serupa yang telah dilakukan di negara lain di kawasan Eropa, termasuk Inggris dan Austria.

Menurut Otoritas Pengawas Keuangan Denmark (FSA), jumlah investor ritel yang terus bertambah di Eropa berisiko kehilangan uangnya jika opsi biner ini dibiarkan beroperasi.

Denmark menandai bahwa bahaya opsi biner sudah mulai terlihat pada tahun 2016. Opsi biner menurut mereka dianggap layaknya pembeli membeli sekuritas dengan lotre.

"Per Juli tahun 2019, perusahaan dan lembaga keuangan di Denmark dilarang memasarkan, mendistribusikan atau menjual opsi biner kepada pelanggan ritel, kata FSA, dikutip dari Bloomberg.

Financial Conduct Authority (FCA) Inggris pada Desember 2019 pun mengusulkan adanya pembatasan permanen atas penjualan derivatif ke investor ritel untuk mengurangi "risiko bawaan" dari produk derivatif tersebut dan "perilaku buruk" dari perusahaan yang menjualnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *