5 Indikator Trading Yang Wajib Diketahui Trader

5 Indikator Trading Yang Wajib Diketahui Trader

indikator-trading-1

Dalam trading, analisa teknikal merupakan salah satu kunci dalam memperoleh kesempatan atau peluang mendapatkan keuntungan dalam market. Analisa teknikal digunakan dengan melihat pergerakan harga baik secara langsung maupun turunannya yang berwujud indikator trading. Perwujudan dari gabungan atau hipotesa yang didapatkan dari harga atau indikator trading tersebutlah yang akan menjadi dasar keputusan seorang trader dalam market. Seiring berkembangnya zaman sendiri, telah banyak bermunculan indikator trading yang dapat digunakan sebagai dasar analisa. Apakah semua harus dipelajari? Atau ada indikator trading tertentu yang lebih baik dari yang lain?

Indikator Trading Sebagai Turunan Langsung Harga

Indikator sejatinya merupakan perwujudan dari perhitungan matematika yang diaplikasikan pada pergerakan harga dalam market. Perhitungan ini bermacam-macam wujudnya dari perhitungan dasar yang mudah dan simple hingga melibatkan rumus-rumus susah untuk dicerna. Karena sifatnya yang dihitung langsung oleh harga, indikator trading bisa dibagikan dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat turunannya.

Untuk indikator yang dihitung langsung dengan menggunakan harga, seperti Moving Average, Donchian Channel, perhitungan matematika yang digunakan menggunakan nilai-nilai langsung dari market sebagai parameternya. Seperti misalnya Moving Average, dibentuk dari perhitungan nilai rata-rata harga penurupan selama periode tertentu. Indikator trading seperti dikenal dengan indikator turunan pertama.

sistem-trading-donchian

Selain indikator trading turunan pertama, terdapat pula indikator-indikator yang dihitung atau dibentuk dari nilai indikator turunan pertama. Indikator jenis ini dikenal dengan nama indikator turunan kedua. Contoh yang paling banyak digunakan adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD). MACD terbentuk dari perhitungan 2 buah EMA sebagai pembentuk histogram, dan 1 buah SMA sebagai sinyal. Beberapa indikator trading yang bersifat Oscillator juga memanfaatkan prinsip yang sama seperti contohnya Awesome Oscillator, dll.

Mana Yang Lebih Baik, Indikator Trading Turunan Pertama atau Kedua?

Secara garis besar, tidak ada kesimpulan yang bisa diambil perihal mana yang lebih baik di antara keduanya. Masing-masing jenis indikator trading memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua indikator trading juga memiliki pendekatan yang berbeda-berbeda sehingga sulit untuk dikatakan mana yang baik. Hanya saja, terdapat pula beberapa indikator yang bahkan dihitung dan dibentuk dengan komponen indikator turunan kedua bahkan lebih. Jika Anda menemukan indikator trading seperti itu, saya sarankan untuk tidak perlu repot-repot mempelajarinya.

indikator-trading-2

Dengan mengeliminasi puluhan bahkan ratusan indikator turunan ketiga dan seterusnya, masih terdapat banyak indikator trading yang tersisa untuk dipelajari. Indikator mana saha yang harus dipelajari? Berikut telah dirangkumkan 5 indikator trading yang paling banyak dipelajari dan digunakan oleh trader.

Moving Average

Indikator pertama dan utama adalah tentu saja Moving Average. Moving Average dihitung dengan menggunakan pergerakan harga rata-rata pada market. Moving Average sendiri saat ini telah berkembang dengan pesat dengan bertambahnya metode-metode perhitungan baru. Moving Average merupakan indikator trading yang sangat simple dan mudah dimengerti. Penggunaan ataupun pengaplikasiannya pun beragam dari membaca trend pasar, Support and Resistance dinamis, hingga sebagai tempat Entry maupun Exit dalam market.

Salah satu penggunaan indikator trading Moving Average yang terkenal adalah penggunaan SMA-100 pada time frame Daily. Ketika harga Break ke bagian atas MA, maka posisi Buy dibuka. Begitu pula sebaliknya ketika harga Break ke bagian bawah MA, maka posisi Sell dibuka.

indikator-trading-moving-average-100

Bollinger Bands

Bollinger Bands dibentuk dengan menggunakan Moving Average sebagai salah satu komponen penyusunnya. Dengan 3 garis penyusun, SMA-20 berperan sebagai Middle Band sedang Upper dan Lower Bands dibentuk dari perhitungan Standar Deviasi SMA-20. Bollinger Bands kurang lebih berfungsi sama layaknya Moving Average lainnya dengan kelebihan khusus yaitu mampu mengukur volatilitas market.

Penggunaan indikator trading Bollinger Bands sendiri terkenal digunakan bersamaan dengan indikator Oscillator seperti RSI. Penggunaan lainnya yang saat ini banyak dikenal adalah indikator trading Bollinger Bands digunakan dalam strategi trading BBMA OA.

indikator-trading-bbma

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Sama dengan Bollinger Bands, MACD juga dibentuk berbasiskan penggunaan Moving Average. Bedanya, MACD memanfaatkan 2 buah EMA sebagai rangkaian pembentuk Histogram. Dan 1 ataupun 2 buah SMA yang berperan sebagai sinyal. MACD memiliki banyak fungsi dan dapat digunakan pada hamper semua instrument yang ada di dunia. Beberapa fungsinya adalah melihat kekuatan pergerakan market, melihat trend yang ada pada market serta yang terpenting mengetahui jika terjadi divergensi pada market.

Penggunaan MACD yang paling terkenal adalah sebagai sinyal Entry dalam False Breakout yang terbentuk pada level-level Support dan Resistance yang terjadi berbarengan dengan divergensi pada market. Penggunaan tersebut dijelaskan secara lengkap dan mendalam pada buku Trading For Living karangan Dr. Alexander Elder.

indikator-trading-macd

Stochastics

Stochastics sedikit berbeda dari beberapa indikator yang dijelaskan sebelumnya. Stochastics merupakan jenis indikator yang mengacu pada level-level Overbought dan Oversold pada market. Sifatnya yang sangat sensitif menjadikannya sebagai salah satu Leading Indicator yang paling banyak digunakan. Selain itu Stochastic juga sangat cocok dipadukan dengan berbagai indikator trading lain sebagai bentuk konfirmasi Entry.

Penggunaan indikator trading Stochastic yang paling terkenal saat ini adalah menggunakannya untuk melihat terbentuknya divergensi ataupun konvergensi pada pasar di time frame yang tergolong kecil (H4 ke bawah). Perpaduan yang paling sering digunakan adalah Bersama indikator seperti Bollinger Bands ataupun penggunaan level-level Support dan Resistance.

indikator-trading-stoch

Ichimoku Kinko Hyo

Dari berbagai indikator trading yang telah dijelaskan sedikit di atas, Ichimoku Kinko Hyo atau Ichimoku jika disingkat merupakan indikator dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Terdiri dari 5 garis pembentuk, Ichimoku dapat berfungsi sebagai indikator trend, osclillator,serta penentuan Support dan Resistance dinamis. Secara prinsip, Ichimoku dibentuk dari perhitungan harga Moving Average yang juga menjadi salah satu komponen pembentuknya.

Penggunaan indikator trading Ichimoku Kinko Hyo sendiri paling banyak digunakan dalam trading pada time frame di atas H4. Bukan berarti indikator trading ini tidak efektif untuk digunakan di time frame rendah. Banyak pula trader yang hanya memanfaatkan Kumo atau awan Ichimoku sebagai salah satu komponen tambahan pada sistem trading yang digunakan.

Indikator Trading Mana Yang Harus Digunakan?

Sejatinya, semua indikator di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga sulit menjawab pertanyaan mana yang paling baik. Perlu diingat, indikator-indikator yang dijelaskan di atas hanya sedikit dari contoh indikator trading yang beredar di market. Terdapat pula indikator-indikator lain yang juga tidak kalah baiknya dibandingkan yang ditulis di atas. Lalu mana yang harus digunakan? Umumnya tidak jadi masalah indikator trading mana yang akan Anda gunakan. Indikator trading sejatinya hanya salah satu komponen yang digunakan untuk membantu menganalisa dan mengambil keputusan dalam market. Masih ada komponen lain yang tidak kalah pentingnya yang perlu dipelajari dan dikuasai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *