Garda Tujuh Buana Gaet Trader Singapura

Garda Tujuh Buana Gaet Trader Singapura

Garda Tujuh Buana Gaet Trader Singapura

JAKARTA. Di tengah ketidakpastian harga batubara yang terseret gejolak harga minyak dunia, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTB) meraih kontrak dari trader asal Singapura. Kontrak senilai US$ 12,4 juta tersebut bakal mulai dipenuhi GTB mulai Juli mendatang. "Dari total tersebut telah dibayar dimuka sebesar US$ 3,6 juta," ungkap konsultan pertambangan GTB, Randhir.trad

Menurut Parris Paulus komisaris GTB, bahkan mereka sudah melihat teknologi dryer-nya sehingga bersedia membayar dimuka. Untuk catatan, dryer adalah alat pengering batubara yang sedang dibangun untuk meningkatkan kualitas dan harga jual batubara produksi GTB.

Kontrak tersebut bakal berjalan untuk 5 tahun dengan pengiriman sebesar 150 ribu ton per bulan. Angka kontrak tersebut nantinya bisa menggelembung jika kualitas batubara yang dihasilkan bisa ditingkatkan melalui proses pengeringan.

Selain itu ada 2 trader lagi dari China dan India yang sedang menjajaki untuk memesan batubara pada GTB masing-masing sebesar 3 juta ton dan 4 juta ton. Namun GTB tak sepenuhnya meninggalkan pasar domestik. "Selain memenuhi domestik market obligation (DMO), GTB juga menjual ke pasar spot," kata Paulus. Meski harga minyak cenderung bergejolak, namun Paulus menilai harga batubara di dunia saat ini cukup baik.

GTB berdiri sejak 1996 dengan kuasa penambangan 710 ha selama 20 tahun. Cadangan batubara terukur sebesar 95 juta metrik ton dan cadangan terindikasi sebesar 46 juta MT. Pendapatan yang berhasil dibukukan pada 2008 sebesar 2,584 miliar. "Itu bisa meningkat 3 kali lipat, jika infrastruktur rampung dan kualitas produksi serta harga jual membaik," kata Paulus.

Target produksi GTB perbulan pada 2009 sebesar 120 ribu metrik ton (MT) dan meningkat menjadi 250 ribu MT per bulan. Optimisme GTB tersebut muncul lantaran perusahaan ini memiliki loading conveyor beserta jalan tambang (hauling road) menuju kapal muat yang cukup pendek jaraknya. Menurut Paulus, perusahaan tambang batubara lain di Kalimantan rata-rata hauling roadnya sejauh 60 km hingga 80 km sementara infrastruktur yang dibangun GTB sejak dari minning site hingga ke kapal angkut dengan kapasitas 10 ribu MT, hanya sejauh 6 km.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *