Binary Option 100 Persen Ilegal, Berikut Perbedaannya dengan Trading Saham dan Kripto!

Binary Option 100 Persen Ilegal, Berikut Perbedaannya dengan Trading Saham dan Kripto!

Bappebti menegaskan bahwa binary option 100 persen ilegal, nah berikut perbedaannya dengan investasi saham dan kripto.

AKURAT.CO, Dahulu, trading saham hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di institusi keuangan, broker, atau perusahaan sekuritas. Namun demikian, perkembangan teknologi membuat trading saham, trading kripto dan sebagainya menjadi kian mudah dilakukan.

Keberadaan aplikasi tersebut bisa menjadi salah satu peluang bagi para pemula yang ingin mencoba meningkatkan keuntungan. Namun apakah kalian tau perbedaan antara investasi saham, investasi trading beserta investasi berbasis binary option.

Dalam artikel kali ini, Akurat.co ingin membahas perbedaan masing-masing antara ketiganya seperti dilansir dari beragam sumber:

1. Investasi Trading saham

Trading saham adalah kegiatan jual beli saham dalam jangka pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan maksimal. Bila Anda melakukan trading saham, maka Anda perlu mempelajari analisis teknikal

Analisis teknikal adalah salah satu jenis strategi yang mempelajari pergerakan harga serta volume perdagangan saham setiap harinya. Dari penjelasan tersebut bisa dipahami, trading saham adalah jenis transaksi jual beli saham dengan pertimbangan pergerakan harga saham secara harian. Selain itu, trading saham dilakukan dengan memanfaatkan momentum fluktuasi harga saham.

Sehingga, hal paling mendasar yang perlu Anda pelajari bila tertarik melakukan trading saham yakni dengan mempelajari pergerakan harga saham. Anda harus membuat diri Anda familiar dengan fluktuasi harga saham yang terjadi sehari-hari.

2. Investasi Trading Kripto

Trading crypto pun sebenarnya mempunyai pengertian yang sama, bedanya hanya pada objek transaksinya saja yang berbentuk cryptocurrency.Sebenarnya, cryptocurrency sendiri hadir karena terdapat blockchain dan pasar mata uang digital di masyarakat. Beberapa jenis cryptocurrency yang sangat terkenal hingga sekarang adalah bitcoin, ethereum, dodge, dll. yang nilainya bisa mencapai puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Setiap trader akan melakukan kegiatan jual beli aset crypto yang mereka miliki. Tapi, harus digaris bawahi bersama bahwa crypto mempunyai tingkat volatilitas yang sangat tinggi dan pasarnya akan selalu buka 7 x 24 jam.

Tentunya hal ini berbeda dengan pasar saham yang hanya akan dibuka saat jam kerja saja dan akan tutup di hari libur dan di tanggal merah.

Itu artinya, nilai aset yang terdapat pada crypto akan terus berubah-ubah tanpa memperdulikan waktu dan juga jam.

Bila Anda ingin terjun ke dalam dunia trading crypto, maka Anda harus lebih rajin dalam memantau fluktuasi harga, bahkan di jam tidur sekalipun.

3. Binary Option

Saat ini tengah ramai diperbincangkan terkait dengan instrument trading Binary Option.

Binary Option merupakan salah satu instrumen trading online. Cara kerja trading online ini, trader diharuskan untuk memprediksi atau menebak harga suatu aset akan bergerak naik atau turun dalam jangka waktu tertentu.

Trader dapat memilih aset yang ditradingkan, umumnya berupa mata uang, indeks saham, kripto, hingga komoditas. Jika sudah menentukan aset yang ditradingkan, selanjutnya trader harus mempertaruhkan sebagian modal yang ia miliki untuk mendapatkan keuntungan.

Umumnya, trader akan mendapatkan keuntungan sebesar 60-90 persen jika tebakan mereka benar. Namun, jika tebakan mereka salah, semua modal yang dipertaruhkan dalam satu transaksi tersebut akan hilang.

Lalu lebih berisiko mana diantara ketiga tersebut.

Sistem trading binary option memiliki sejumlah perbedaan fundamental dibandingkan instrumen investasi lain. Investor yang berminat mencoba juga akan dibayangi masalah legalitas.

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menjelaskan, binary option merupakan salah satu bentuk instrumen trading online di mana para trader memprediksi atau menebak harga sebuah aset itu naik atau turun pada jangka waktu tertentu.

“Jadi, binary option ini lebih mirip seperti judi ketimbang sebagai instrumen investasi. Menurut saya, binary option bukan trading tapi lebih ke betting (bertaruh),” ucapnya melalui lansiran tribunnews.

Sutopo mengatakan, binary option dan instrumen investasi lainnya memiliki sejumlah perbedaan. Ia mencontohkan, pada investasi mata uang dan saham, investor dapat melakukan hold dan menyimpan asetnya. Sementara itu, pada binary option, pengguna tidak dapat melakukan hold karena harus menentukan posisi diantara 2 opsi.

Perbedaan yang jelas menurut Sutopo terlihat saat membandingkan trading foreign exchange (forex) dan binary option, baik di sistem maupun metode perdagangannya. Ia mengatakan, untuk trading di forex, terdapat margin leverage dan spread, sementara di binary option tidak ada.

Sementara pada sistem trading, investor forex dapat memasang posisi open, hold, dan close tanpa batas waktu dan kapan saja selama ada margin. Adapun, di binary investor hanya menebak harga akan naik atau turun di jangka waktu tertentu.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *